• Bahasa Indonesia
  • Français
Laporan Kegiatan Seminar dan Lokakarya Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Indonesia - Prancis

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia bekerjasama dengan Institut Français d’Indonésie untuk menyelenggarakan Seminar dan Lokakarya Pendidikan Kejuruan. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pembicaraan Joint Working Group antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dengan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia pada November tahun lalu di Manado.

Seminar dan lokakarya ini dihadiri oleh 30 Direktur Politeknik, 90 Kepala SMK, 5 Direktur / perwakilan Akademi Pariwisata dan Sekolah Tinggi Pariwisata dari seluruh Indonesia, lebih dari sepuluh perusahaan Prancis di Indonesia (Total, Carrefour, Schneider, Alstom, Eramet, dll), serta mengundang 12 orang ahli di bidang pendidikan kejuruan dari Prancis.

Kegiatan dimulai dengan melakukan kunjungan ke Politeknik Manufaktur Bandung dan beberapa SMK yang ada di Bandung, seperti SMK 6, SMK 7 dan SMK 9. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran pendidikan kejuruan di Indonesia kepada para ahli dari Prancis. Seminar dan lokakarya dilaksanakan pada tanggal 20 – 21 Juni, bertempat di Grand Aquilla Hotel Bandung, dan dihadiri oleh para petinggi kedua negara, yakni Yang Mulia Bapak Duta Besar Prancis untuk Indonesia, dan Bapak Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah.

Adapun bahasan yang diangkat pada seminar pleno adalah mengenai sistem pendidikan kejuruan Prancis dan Indonesia. Berbagai bahasan menarik di bidang kejuruan dibicarakan dalam enam kelompok lokakarya, seperti pelatihan kejuruan tingkat SMK, pelatihan kejuruan tingkat perguruan tinggi, pelatihan berkelanjutan, sektor industri (industri berat, pertambangan, petrokimia), sektor pariwisata (perhotelan, tata boga), serta sektor elektronika dan teknik.

Kegiatan ini dipandang baik untuk dilaksanakan mengingat semakin banyaknya perusahaan yang membutuhkan keahlian yang benar-benar profesional dari para tenaga kerjanya untuk bekerja di berbagai sektor. Peningkatan keahlian tersebut dapat diperoleh salah satunya adalah dengan melakukan seminar dan lokakarya yang bertujuan membangun kerjasama dan mengadakan dialog interaktif antara tenaga pendidik dengan perusahaan, guna mengetahui kebutuhan perusahaan dewasa ini, dengan melibatkan tim ahli Prancis sebagai nara sumber.

Kelanjutan dari kegiatan ini nantinya adalah program kunjungan balasan pengajar Indonesia ke sekolah dan universitas Prancis. Tujuannya adalah untuk mengenal lebih jauh sistem pendidikan Prancis yang memungkinkan untuk diaplikasikan di Indonesia demi kemajuan pendidikan negeri.

 

Bagikan artikel ini

Rekanan Resmi

Rekanan Pendamping

Rekanan Media

Metro tv